Inspirasi Wanita Indonesia

Just another WordPress.com weblog

Strategi Menggenjot Pemasaran Katering (1) November 13, 2009

Usaha katering memang termasuk usaha yang kerap dipilih para wanita untuk memperoleh penghasilan tetap atau tambahan. Karena itulah sebetulnya bisnis ini tidak semudah bayangan kita karena persaingan amat ketat. Tetapi bila langkah Anda tepat, seperti yang dirinci oleh Nattaya L. Mlatti berikut ini, kemungkinan besar usaha Anda bisa bertahan atau makin sukses.

Namun masalahnya, apakah pengetahuan boga saja mencukupi untuk mengembangkan bisnis katering yang tangguh yang bisa berkembang, mendatangkan banyak untung dan tidak mudah ambruk? Ternyata menurut pengalaman banyak orang yang sudah berhasil menjalankan bisnis ini, masih diperlukan beberapa hal seperti berikut ini.

PENTINGNYA 4P
Betapa pun kecilnya usaha katering Anda, bila ingin berhasil, pengetahuan manajemen pemasaran, tetap perlu. Setidaknya yang paling mendasar, sehingga Anda benar-benar memahami karakter produk dan pelanggan Anda. Hingga bisa lebih mudah meningkatkan daya saingnya dan mencari terobosan pemasaran.

Menurut teori pemasaran konvensional, keberhasilan pemasaran suatu produk sangat ditentukan oleh 4P, yakni 1) product (seberapa besar daya tarik produk itu sendiri?), 2) price (harganya cukup bersaing?), 3) place (bagaimana kemudahan untuk mendapatkan?) promotion (sudah seberapa jauh upaya mengenalkannya kepada calon konsumen?). keempat faktor penentu tersebut sesungguhnya bisa Anda kontrol dan kendalikan.

Product dalam hal ini menyangkut segala hal yang berkaitan dengan makanan yang disajikan. Dalam katering aspek gizi makanan lainnya bisa diabaikan, dan aspek seni olah boga lebih diutamakan. Mutu dan komposisi menu merupakan kekuatan. Perhatikan kombinasi makanan, cita rasa masakan/olahan, bahan, warna, dan teksturnya.

Siapkan set menu secara lengkap, dari sajian pembuka hingga penutup. Masing-masing dengan cita rasa yang tidak seragam, agar tidak membosankan. Hindari menyajikan hidanan penutup serba puding, misalnya, sekali pun penampilannya cantik dan rasanya lezat. Pasti lebih menambah minat jika sebagian saja puding yang disajikan, dikombinasikan dengan bandrek rumput laut, es puter kelapa muda, dan irisan buah segar, misalnya.

Selain lezat, penampilan hidangan juga mesti menarik. Cara memotong, mengolah, dan menyajikannya (baik penataan, garnis atau hiasan, maupun wadahnya) harus diperhatikan. Agaknya sedikit ilmu pengolahan bahan makanan diperlukan agar setiap sayuran pendamping bistik, misalnya, warnanya bisa cemerlang dan menantang nafsu makan. Atau, upayakan agar sajikan ikan asam manis, misalnya, tidak sampai membuat peminatnya kerepotan memisahkan daging ikan dari tulangnya.

Penetapan harga (price) merupakan kunci lain keberhasilan katering. Harga yang bersaing memang tidak harus berarti murah, tapi jika Anda belum yakin betul dengan ukuran kocek calon pelanggan Anda lebih baik tidak memasang harga jauh di atas katering pesaing yang setaraf. Kecuali jika Anda yakin bisa memberikan kompensasi lain kepada pelanggan, khusus jaminan atas mutu makanan dan layanan Anda.

Harga dasar produk katering haruslah dapat menutup biaya atas seluruh komponen produksi yang meliputi biaya tetap dan biaya tidak tetap. Selisih antara harga yang ditawarkan kepada pelanggan dengan harga dasar merupakan besaran laba yang diharapkan. Sekalipun kelihatannya mudah, diperlukan keterampilan untuk menetapkan harga jual yang pas, agar bisa memberikan laba yang cukup tanpa membuat pelanggan mundur.

Namun hindari menetapkan harga serendah-rendahnya, dengan harapan katering Anda akan lebih laku (kecuali jika hanya untuk waktu tertentu selama masa promosi). Lonjakan penjualan dengan harga yang sangat rendah belum tentu dapat mendongkrak total laba, karena biaya untuk meningkatkan volume penjualan bisa lebih besar daripada penghematan biaya produksi. Akibat lain, perang harga macam ini berdampak merusak harga pasar dan berbalik merugikan harga produk katering, lantaran harga jadi sulit dikontrol.

Untuk menetapkan harga jual memang tidak mudah, karena berkait dengan banyak faktor lain di luar kontrol Anda. Seperti harga atas hidangan serupa milik pengusaha katering pesaing, gencar tidaknya promosi yang dilancarkan pesaing, daya beli pelanggan Anda, dan sebagainya.
Namun ada pendekatan sederhana, sekalipun ini tidak bisa diterapkan secara umum, yakni tentukan formula atau rumusnya.

Sebagai contoh, suatu perusahaan katering menetapkan harga jualnya dengan cara melipat gandakan biaya tidak tetap empat kalinya. Dengan harapan 1/4 dari harga tersebut bisa menutup gaji pegawai, 1/4 lagi untuk menutup seluruh pengeluaran di luar gaji, dan 1/2 dari harga jual tersebut sebagai laba. Biaya tidak tetap didapatkan dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran nyata, yang besarnya berubah-ubah bergantung pada besar kecilnya pesanan katering. Seperti biaya pembelian bahan makanan, kemasan, BBM, ongkos transportasi dan sebagainya.

Selain harga jual, kemudahan pembayaran pun merupakan faktor harga yang memberikan daya tarik bagi calon pelanggan. Buatlah agar pelanggan tidak merasa terbebani dengan besarnya uang muka tanda jadi dan pemotongan atas pembatlan pesanan. Faktor harga yang juga bisa menarik pelanggan adalah dengan menetapkan harga istimewa untuk pemesanan dalam jumlah tertentu atau memberikan potongan harga.

Kemudahan bagi pelanggan untuk mencapai atau menemukan perusahaan katering Anda (place) juga penting. Hal ini tidak selalu berarti kemudahan secara fisik, seperti jaraknya dekat, lokasinya di pusat kota, mudah dijangkau. Namun kemudahan akses komunikasinya pun sama pentingnya, yakni apakah perusahaan katering Anda mudah dihubungi, misalnya lewat telepon, faksimili, radio panggil, bahkan mungkin internet.

Yang terakhir adalah kegigihan Anda memperkenalkan diri kepada calon pelanggan (promotion), baik secara langsung maupun tidak langsung. Promosi langsung bisa dilakukan dengan beriklan di media massa seperti koran, majalah, radio, ataupun Buku Kuning Telkom, memasang papan nama, dan mengedarkan selebaran. Promosi tak langsung bisa ditempuh dengan menawarkan kerja sama dengan gedung pesta, perias pengantin, pemborong acara pesta, lembaga/ kantor pemerintah maupun swasta, ataupun perorangan dengan komisi sejumlah tertentu. Memberikan potongan harga kepada pelanggan merupakan saah satu strategi promosi tak langsung.

Sumber : www.tabloidnova.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s