Inspirasi Wanita Indonesia

Just another WordPress.com weblog

Mencegah dan Mengatasi Bahaya Kebakaran November 6, 2009

Mencegah bahaya kebakaran sebenarnya gampang, dimulai dari lingkungan di dalam rumah terlebih dahulu. Misalnya, membiasakan untuk memeriksa kompor dan aliran listrik sebelum tidur.

Bahaya kebakaran terkadang juga terjadi akibat kekuranghati-hatian, ketidaktahuan dan kecerobohan manusia.

Nah, bagaimana cara mencegah bahaya kebakaran?
1. Upayakan jangan mengisi minyak ke dalam kompor terlalu luber atau jangan biarkan minyak di dalam kompor kosong.

2. Usahakan sumbu kompor tidak ada yang panjang sebelah atau ompong, karena bisa menyulut kebakaran.

3. Jangan menaruh kompor terlalu dekat ke dinding.

4. Jangan menyimpan barang yang mudah terbakar, seperti bensin atau minyak tanah di kolong meja kompor, atau dekat dengan sumber api.

5. Bila menggunakan kompor gas, taruhlah kompor dan tabung gas di tempat yang ventilasinya bagus atau mencukupi agar udara mudah keluar masuk. Sehingga bila terjadi kebocoran, gas akan langsung terbawa angin. Hindari menempatkan kompor gas di dekat barang yang mudah terbakar. Juga, jangan menaruh kompor gas di sebelah kompor minyak. Apabila terpaksa, taruhlah kompor gas sekitar 1-2 meter dari kompor minyak.

6. Periksalah saluran gas dari tabung ke kompor.

7. Untuk listrik, jangan memasang lampu berlebihan dan jangan menempelkan stop kontak bertumpuk-tumpuk. Pasalnya, kabel akan panas dan meleleh, dan dapat menyebabkan percikan api yang lama-lama bisa menyulut kebakaran.

8. Jangan merokok di tempat tidur.

9. Jangan menaruh obat nyamuk bakar terlalu dekat dengan barang-barang yang mudah terbakar.

10. Jangan biarkan anak kecil bermain korek api.

11. Jangan membakar sampah di tengah terik matahari atau deraan angin kencang.

12. Usahakan memadamkan api sebisa mungkin. Bila kompor yang terbakar, Anda bisa memadamkannya dengan menggunakan karung atau kain yang telah dibasahi air.

13. Jangan sekali-kali menyiramkan air ke atas kompor yang terbakar. Cara ini tidak akan memadamkan, namun sebaliknya, justru akan memperluas daerah yang terbakar.

14. Jika kebakaran disebabkan listrik, putuskan aliran listrik secepatnya dan padamkan percikan apinya.

15. Bila api tak kunjung padam, utamakan keselamatan diri Anda. Segera menghubungi dinas pemadam kebakaran dengan menekan nomor 113.

16. Usahakan memberikan informasi yang jelas, seperti apa yang terbakar dan di mana lokasinya. Ini dimaksudkan agar petugas PMK dapat mengirimkan unit pemadam yang sesuai dengan kejadian. Pasalnya, penanganan musibah kebakaran berbeda satu sama lain.

17. Bila memasuki sebuah gedung bertingkat, biasakan untuk mencari tahu letak tangga darurat. Karena jika terjadi kebakaran, secara otomatis lift tidak bisa digunakan.

18. Ingat pula di mana posisi alarm dan alat pemadam kebakaran, agar dapat digunakan saat terjadi kebakaran.

19. Bila menghadapi gejala akan terjadi kebakaran, berbuatlah sesuatu. Paling tidak, berteriak atau nyalakan alarm, sebelum api menyentuh alat otomatis yang telah terpasang. Ingat, alarm yang paling peka adalah tubuh kita.

20. Bila terkurung asap, usahakan berjalan di bawah asap dengan merangkak. Pasalnya berat jenis asap lebih ringan dari udara, sehingga asap akan memenuhi bagian atas ruangan. Jangan lupa, tutup mulut dan hidung dengan kain. Penyebab jatuhnya korban yang terbanyak adalah karena menghisap banyak asap, bukan akibat terbakar api.

21. Jangan bersembunyi di kamar mandi. Pasalnya, jika api membesar dan kamar mandi kering, air akan mendidih. Banyak kejadian membuktikan, korban tewas banyak ditemukan di dalam kamar mandi atau dalam posisi berendam di dalam bak air.

22. Di rumah, buatlah jalan alternatif yang dapat digunakan untuk menyelamatkan diri jika terjadi musibah kebakaran.

23. Bila terpaksa harus menggunakan teralis, usahakan teralis dapat dibuka dari dalam. Pasalnya, seperti yang sudah-sudah, teralis menjadi penghalang bagi Anda untuk menyelamatkan diri, sekaligus bagi petugas pemadam.

24. Jika Anda mengalami luka akibat terbakar, secepatnya dinginkan dengan es atau disiram air mengalir atau air yang ditambah garam, sambil menunggu penanganan dari tenaga medis.

Sumber : www.tabloidnova.com

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s