Inspirasi Wanita Indonesia

Just another WordPress.com weblog

Tips Mengolah Pasta January 15, 2010

Tips Mengolah Pasta:


1. Gunakan panci besar yang mampu menampung sekitar 8 liter air. Semakin ringan bahan panci, semakin baik. Karena, air akan mendidih lebih cepat pada panci dengan bahan yang berat.

2. Rebus pasta dengan air yang sudah mendidih dan banyak. Perbandingannya 1,5 liter air untuk 100 gr pasta. Cara ini memungkinkan pasta mengembang sempurna dan tidak saling menempel.

3. Al Dente adalah istilah untuk pasta yang kenyalnya pas. Jadi, rebus pasta sampai tidak mentah tapi tidak terlalu matang sehingga terasa kenyal jika digigit.

4. Jangan mematahkan pasta jika tidak dapat masuk ke dalam panci secara utuh.

Jangan biarkan ujung pasta yang satu mencuat keluar hingga bagian yang di atas melunak, sekitar satu menit. Kemudian aduk untuk membalikkan bagian yang masih keras ke dalam air.

5. Pasta basah memerlukan waktu rebus 2-3 menit, untuk yang kering 8-10 menit. Kurang dari waktu ini biasanya pasta akan terasa mentah, jika lebih, pasta akan lunak dan kehilangan kekenyalan.

6. Tambahkan sedikit garam pada air rebusan agar cita rasa pasta lebih lezat.

7. Tambahkan sedikit minyak atau mentega supaya pasta tidak saling lengket.

8. Aduk pasta begitu memasukkannya ke dalam panci yang sudah terisi air. Lakukan terus selama proses memasak untuk mencegah pasta menempel ke dasar panci.

9. Tes kematangan pasta sekitar satu menit sebelum waktu yang ditentukan pada kemasan. Pasta kering seharusnya memang sudah masak, namun mungkin rasanya masih sedikit kenyal. Jika pasta menempel di dasar panci, biasanya karena sudah terlalu matang. Pasta segar akan naik ke permukaan air jika sudah masak. Warna pasta yang masak semestinya sama.

10. Jangan membuang seluruh air bekas merebus pasta. Sisakan secangkir sebelum membuang air untuk ditambahkan ke saus dan bumbunya.

11. Jangan membilas pasta yang sudah masak dengan air, karena dapat mengurangi cita rasanya. Selain itu, membilas juga membuat pasta menjadi dingin.

12. Menambahkan keju parut ke atas pasta biasanya membuat keju menggumpal-gumpal di satu bagian, sehingga terasa sangat asin. Cara lain untuk meratakan rasa keju adalah memarut keju di atas pasta sambil mengaduk dengan garpu.

13. Siapkan juga keju tabur di atas meja supaya suami atau Si Kecil bisa menambahkannya ke pasta sesuai selera. Pilih keju yang keras seperti Parmesan, Romano, atau Ricotta Salata.
Keju yang lunak dapat meleleh dengan cepat dan membuat saus menjadi creamy

14. Potong-potong keju sebelum menambahkannya ke adonan pasta, satu sendok makan setiap kali. Pilih keju jenis Ricotta, Blue Cheese, Feta, atau keju dari susu kambing segar.

15. Campur dengan saus pelengkap segera selagi panas. Cara ini lebih baik karena menjadikan saus lebih meresap, pasta tidak saling menempel dan lebih lezat tentunya.

Sumber : www.tabloidnova.com

 

Ragam Bentuk Pasta

Pasta tidak hanya spaghetti, fettuccine, macaroni, dan fusilli saja loh, ada beberapa macam pasta lain yang patut kita ketahui.

1. Farfalle

Pasta bentuk dasi kupu-kupu dengan tepi bergerigi. Cocok untuk hidangan salad atau sajian utama dengan saus yang creamy seperti Mornay Aauce.

2. Conchiglioni

Menyerupai kulit kerang. Lebih pas untuk isi sup, salad dan sajian utama.

3. Cannelloni

Bentuknya seperti pipa berlubang dengan diameter 3 cm, panjang ± 5 cm. Jenis lain cannelloni dengan bentuk lebih pendek dikenal dengan nama rigatoni, sedangkan yang berujung serong disebut penne. Cocok dimasak dengan daging dan keju pada hidangan panggang maupun rebus.

4. Lasagna

Berbentuk lembaran tipis dengan panjang ± 27 cm, lebar 5 cm. Dapat dijumpai dalam tiga warna, kuning untuk hidangan panggang, merah biasanya diolah dengan saus tomat dan hijau cocok dipadu dengan bayam atau aneka sayuran.

Sumber : www.tabloidnova.com

 

Semua Tentang Pasta

Tahukah Anda, ada 600 macam pasta di negara asalnya, Italia. Yuk, telusuri lebih dalam!

Berbicara tentang pasta, pasti tidak bisa dipisahkan dengan Italia. Memang dari sinilah bahan pangan kenyal sejenis mi pertama kali dipopulerkan.

Lebih dari 600 macam pasta lahir dari tempat kelahiran Marcopolo ini, dan sekarang tersebar hampir di seluruh penjuru dunia. Jadi tidak hanya pizza, minyak zaitun atau keju mozzarella saja yang terkenal, kan?

Sejarah Pasta

Selama ini pasta identik dengan Italia. Padahal jika ditilik dari sejarahnya, ada pendapat yang menyatakan pasta berasal dari Cina. Tentang versi mana yang benar, sampai saat ini masih belum terjawabkan. Sedangkan di Indonesia, pasta konon dibawa oleh para bangsawan Belanda selama masa penjajahan.

Menurut Wikipedia, makanan mirip pasta banyak dijumpai di berbagai tempat di dunia sejak zaman dulu, terutama di wilayah dengan penduduk yang menjadikan gandum dan serealia sebagai makanan utama. Gandum yang sudah digiling sering dimasak sebagai bubur atau dihaluskan menjadi tepung dan dibuat roti. Pasta kemungkinan besar merupakan alternatif dari bubur atau roti, karena pasta merupakan makanan awetan yang dibuat tanpa perlu dimasak.

Di Eropa, catatan tertulis paling tua tentang makanan serupa mi ditemukan pada hiasan makam orang Etruscan di Italia Tengah yang berasal dari tahun 400 SM. Di Tiongkok, mi sudah dikenal sejak tahun 2000 SM berdasarkan hasil penggalian di situs Lajia (Tiongkok barat) yang terletak di tepi Sungai Kuning. Di bawah lapisan tanah jenis tanah loess yang tebal di situs penggalian yang sudah rusak akibat gempa bumi dan banjir ditermukan mi berwarna kuning di dalam panci tanah liat yang terbalik. Panjang mi sekitar setengah meter dengan diameter 3 milimeter. Hasil analisis menunjukkan mi dibuat dari tepung biji milet.

Bahan Si Pasta

Pasta adalah produk dari tepung terigu semolina, varietas durum. Tepung ini kemudian dicampur dengan air dan diperkaya dengan telur.

Hanya varietas gandum jenis durum yang cocok untuk membuat pasta. Pasalnya, kandungan protein gluten yang terkandung di dalamnya tinggi dan menjadikan adonan pasta

kenyal dan elastis. Adonan ini kemudian dibentuk dan dikeringkan hingga kadar airnya 12 %, tentunya agar tahan disimpan lama.

Spaghetti

Bentuknya seperti lidi panjang tanpa lubang. Sangat cocok disajikan dengan saus bolognese (saus tomat dengan daging cincang). Serupa dengan spaghetti tapi ukuran lebih kecil dan pendek dikenal dengan sebutan vermicelli. Pas diolah bersama hidangan laut, daging maupun isi sup.

Fusilli

Bentuknya mirip spiral. Biasanya diolah dengan saus krim dengan tomat dan kacang polong.

Macaroni

Pasta bentuk pipa melengkung dengan lubang di tengahnya. Pas untuk hidangan panggang seperti macaroni schotel dan isi aneka sup.

Fettuccine

Bentuknya seperti kwetiau, pipih dan lebar. Dapat dijumpai dalam tiga warna, hijau dari sari bayam, hitam dari tinta cumi-cumi, dan kuning dari telur. Cocok dijadikan sajian utama dengan daging, keju, sayuran atau seafood.

Disadur dari : www.tabloidnova.com

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.